Senin, 05 Mei 2014

PENGERTIAN DAN PENGAPLIKASIAN JEMBATAN WHEATSTONE

1. PENGERTIAN
 
Jembatan Wheatstone adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur elektrik resistensi ical dengan metode perbandingan. Pada dasarnya adalah sebuah rangkaian listrik, jembatan Wheatstone digunakan untuk mengukur resistansi dari resistor yang tidak diketahui dengan melewatkan arus yang melalui itu. Apakah Anda tahu bagaimana cara kerja Jembatan Wheatstone? Kalau tidak mari kita cari tahu.



"Sejarah Singkat Jembatan Wheatstone".
Jembatan Wheatstone pertama kali ditemukan oleh Samuel Hunter Christie pada tahun 1833. Namun, pada waktu itu penemu tidak bisa melihat penggunaan nyata dari itu. Beberapa tahun kemudian, Sir Charles Wheatstone mengklaim berbagai aplikasi dari jembatan wheatstone, dan menunjukkan betapa pentingnya rangkaian jembatan wheatstone tersebut.



"Bagian dari Jembatan Wheatstone".
Secara teknis, jembatan Wheatstone adalah sirkuit elektrik dasar. Pengaturan ini juga terdiri dari sumber listrik seperti baterai dan galvanometer yang bertindak sebagai koneksi antara kedua sirkuit paralel. Kedua sirkuit paralel juga terdiri dari dua resistor masing-masing, dari mana resistensi dari tiga yang tahu dan yang keempat adalah perangkat yang resistensi perlu tahu. Susunan rangkaian ditunjukkan pada gambar.



"Prinsip Kerja Jembatan Wheatstone".
Tiga resistensi dikenal cabang paralel sudah diketahui. Saat ini diperbolehkan untuk melewati sirkuit. Ketika arus mengalir melalui galvanometer, tiga resistensi disesuaikan adalah sedemikian rupa sehingga pembacaan galvanometer menunjukkan nol. Proses yang sama juga dapat dilakukan dengan memvariasikan perlawanan dari hanya satu resistor

contoh :
Sekarang anggaplah ada 4 resistor R1, R2, R3 dan Ru. Ru adalah resistor yang resistensi dapat ditemukan dan R2 adalah resistor hanya disesuaikan. Pengaturan ini seperti yang ditunjukkan pada gambar. R1 dan R2 adalah pada satu kaki dan R3 dan Rx berada pada kaki yang lain. Sekarang jika adalah rasio resistensi dari jalan yang dikenal, R2/R1 sama dengan jalan, tidak diketahui Ru/R3 maka pembacaan pada galvanometer terletak di pusat akan menunjukkan nol. Hal ini dilakukan dengan memvariasikan resistansi R2.

Pada titik ini arus dalam galvanometer adalah nol, sedangkan resistensi dari semua tiga resistor dikenal dicatat. Hambatan dari perlawanan diketahui keempat dapat diketahui dengan rumus

R2/R1 = Ru/R3

Atau Ru = R3. (R2/R1)
















2. PENGAPLIKASIAN 

Jembatan Wheatstone banyak digunakan untuk percobaan mengukur resistensi kecil dan karena itu ia digunakan dalam aplikasi seperti pengukur regangan dan termometer perlawanan. Sebagian besar merupakan bagian dari rangkaian pengukuran listrik, jembatan Wheatstone adalah bagian integral dari alarm suhu rendah. Untuk misalnya, resistensi termistor yang diukur dengan menempatkan thermistor di tempat perlawanan tak dikenal dalam metode yang dijelaskan di atas. Hambatan dari perubahan termistor karena suhu itu terkena perubahan.Suhu dan ketahanan dari termistor adalah berbanding terbalik satu sama lain. Ini berarti bahwa jika suhu meningkat termistor, ketahanan menurun. Perbedaan suhu antara kedua kaki tercermin melintasi jembatan yang alarm terpasang. Perbedaan suhu akan mengaktifkan alarm.

PENGERTIAN DAN KEGUNAAN POTENSIOMETER

1. PENGERTIAN

Potensiometer adalah perangkat komponen elektronika bagian dari sebuah resistor yang memiliki tiga terminal dengan sambungan yang membentuk pembagi tegangan yang dapat di setel. Jika anda menemukan potensiometer yang menggunakan dua terminal tetap masih bisa di gunakan dengan cara salah satu dari terminal tetap dan terminal geser. Komponen elektronika ini berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat.
Prinsip kerja potensiometer dapat kita anggap sebagai gabungan dari dua buah resistor yang kita hubungkan seri (R1 dan R2. Tapi dalam dua buah resistor yang kita pakai nilai resistansinya dapat di rubah. Resistansi total dari sebuah resistor akan selalu tetap dan nilai ini merupakan nilai resistansi potensiometer (Variabel Resistor). Jika nilai resistansi dari resistor 1 di perbesar dengan cara memutar bagian potensiometer, maka otomatis nilai resistansi dari resistor 2 akan berkurang, begitu juga sebaliknya.
Bentuk fisik dari potensiometer sangat berbeda jauh dengan bentuk dari resistor. Bentuk resistor pada umumnya hanya memiliki gelang warna yang di gunakan untuk menetukan nilai tahanannya, sementara bentuk dari potensio untuk menentukan nilai tahanannya hanya dengan memutar atau mengeser pada bagian yang sudah di tentukan.
 
2. KEGUNAAN
Potensiometer biasanya di gunakan untuk pengoprasian pengendali elektronik, seperti penguat sinyal, pengaturan suara, pengaturan intensitas, sebagai tranduser, pengendali masukan dan keluaran sebuah perangkat elektronik. Contoh yang biasa di gunakan sebagai tranduser adalah sebagai sensor joystick yang dapat kita gunakan dari jarak jauh. Potensiometer sangat jarang di gunakan untuk mengendalikan daya yang besar secara langsung.
Untuk pengendali volume yang menggunakan potensiometer biasanya di lengkapi dengan saklar yang sudah terintegrasi, sehingga pada saat potensiometer membuka saklar penyapu berada pada posisi terendah. Kebanyakan dari komponen ini di gunakan pada rangkaian power amplifier sebagai pengatur volume, bass dan treble. Dan juga di gunakan dalam Control Motor DC yang berfungsi sebagai pengatur kecepatan putaran motor. Nilai dari potensiometer dapat berubah sesuai dengan perputaran ataupun pergeseran yang di hasilkan. Range yang di hasilkan juga bervariasi, misalnya nilai yang tertera pada potensio adalah 100k ohm, maka range resistansi akan dimulai dari tahanan 0 ohm sampai dengan 100k ohm. Jadi dengan begitu, nilai yang di hasilkan dari sebuah tahanan potensio terbukti berubah-ubah.
 
Demikian penjelasan singkat mengenai Potensiometer, semoga pengertian komponen elektronik kali ini berguna dan bermanfaat.

Selasa, 29 April 2014

RESISTOR

Mengenal Komponen Elektronika : Resistor

Mengenal Komponen Elektronika : Resistor-Menyambung artikel sebelumnya tentang Jenis Resistor kali ini agar penjelasan tentang komponen elektronika resistor lebih mendetail saya mencoba berbagi informasi tentang kegunaan resistor,Cara membaca kode warna resistor,Variable Resistor,Komponen Pengganti dan Satuan Resistor.Jika dibandingkan dengan komponen elektronika yang lain saya pikir Resistor yang paling mudah dipahami walaupun anda belajar secara otodidak namun jangan lupa tidak cukup hanya membaca teorinya saja alangkah baiknya langsung praktek dengan mengamati secara langsung.Oke…langsung saja berikut ini informasi selengkapnya:

Komponen Elektronika
Simbol Resistor
Kegunaan Resistor
Resistor banyak digunakan dalam rangkaian elektronika untuk:
1.Membagi tegangan listrik
2.Pembagi arus pada rangkaian paralel
3.Menurunkan tegangan listrik
4.Pemikul beban (Load resistance)

Cara Membaca Kode Warna Resistor
Kebanyakan Resisitor yang akan sering anda jumpai ketika praktek adalah resistor yang menggunakan kode warna untuk menyatakan besarnya hambatan listrik  dan biasanya resistor jenis karbon dan Metal film.Anda bisa mengetahui besaranya hambatan listrik dengan membaca kode warna tersebut caranya sebagai berikut:
Urutan Kode warna :Hitam,Coklat,Merah,Oranye,Kuning,Hijau,Biru,Ungu,Abu-Abu,Putih Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar dibawah ini:

Kode Warna Resistor
Untuk resistor yang memiliki 4 gelang warna(Resistor Karbon):
Gelang ke 1 Menyatakan =Angka ke 1
Gelang ke 2 Menyatakan =Angka ke 2
Gelang ke 3 Menyatakan  banyaknya /Faktor Perkalian(10⁰-10⁹)
Gelang ke 4 Menyatakan =Toleransi.Coklat 1% Merah 2% Hijau 0.5% Biru 0,25% Ungu 0,1% Abu-abu 0,05% Emas 5% Perak 10% Tak berwarna 20% Yang Umum digunakan Emas,Perak dan Coklat.
Contoh Sebuah Resistor memiliki warana Abu-abu merah oranye emas nilainya berarti:
Gelang ke 1 =Abu-abu=8(Angka ke 1)
Gelang ke 2=Merah=2(Angka ke 2)
Gelang ke 3=Oranye=10³=1000(Faktor Perkalian)
Gelang ke 4=Emas=5%(Toleransi)
Jadi nilai resistor tersebut=82x1000=82.000 Ohm
Anda tentu akan bertanya-tanya Angka ke 4/Toleransi Maksudnya apa?Jawaban ringkasnya nilai resistor yang masih bisa ditolerir jika ternyata nilai resistor tersebut ketika diukur dengan ohmmeter tidak sesuai dengan kode warnanya.Dari contoh diatas nilai resistor=82.000 Ohm toleransi 5%=5/100x82.000=4100 Ohm Jadi Nilai resistor Maksimum 82.000+4100=86100 Ohm sedangkan Nilai Minimum=82.000-4100=77900 Ohm Kesimpulannya jika sebuah resistor dengan kodewarna Abu-abu Merah Orange Emas nilainya antara 77900-86100 Ohm artinya resistor tersebut masih baik.Oleh karena itu cara mengetahui nilai resistor yang paling akurat yaitu menggunakan multimeter.
Untuk resistor yang memiliki 5 gelang warna (Resistor Metal Film)
Gelang ke-1 Menyatakan Angka ke 1
Gelang ke 2- Menyatakan Angka ke 2
Gelang Ke 3 Menyatakan =Angka ke 3
Gelang ke 4 Menyatakan jumlah Nol/Faktor Perkalian
Gelang Ke 5 Menyatakan =Toleransi
Contoh sebuah Resistor memiliki  warna : Merah, Coklat, Merah, Oranye dan Emas maka nilainya berarti=212x1000=212000 Ohm Toleransinya 5%

Variable Resistor.
Besarnya hambatan listrik sebuah resistor  bisa diketahui dengan melihat kode warna atau nilai yang tertera langsung di bodinya dan nilainya tidak akan berubah kecuali jika mengalami kerusakan  namun ada jenis resistor yang nilai hambatannya bisa berubah-ubah namanya variable resistor atau disingkat VR.Bahannya ada yang terbuat dari zat arang  adapula yang terbuat dari kawat nikelin.Contoh yang paling mudah terdapat pada pengatur volume/bass/treble speaker aktif,pengatur volume pada Compo dan lain-lain.Dilihat dari cara kerjanya VR dibedakan menjadi 2 yaitu Potensiometer  dan trimpot.Potensiometer cara merubah hambatannya biasanya dengan cara memutar As nya kekiri kekanan atau menggeser dari  atas kebawah sedangkan trimpot cara merubah hambatannya dengan cara mengetrim menggunakan obeng.

Komponen Pengganti.
Masalah yang terkadang muncul ketika merakit suatu rangkaian elektronika yaitu tidak tersedianya komponen yang sesuai dengan yang dibutuhkan.Cara mengatasinya anda bisa mempergunakan komponen pengganti yang nilainya sama.Untuk resistor komponen pengganti bisa anda dapatkan dengan menggabung 2 resistor atau lebih bisa dengan hubungan seri atau paralel namun yang paling mudah menggunakan hubungan seri karena anda tinggal menjumlahkan semua resistor contohnya jika anda ingin mengganti Resistor yang nilainya 100 Ohm dengan  anda tinggal menggunakan 2 resistor ukuran 50 Ohm.Sedangkan bila menggunakan hubungan paralel agak sedikit ribet karena perhitungannya menggunakan pembagian.

Satuan Resistor
1 Kilo ohm atau 1K Ohm = 1000 Ohm
1Mega ohm atau 1M = 1000 kilo ohm
1K2 Ohm= 1200 Ohm
1M9 Ohm=1900K Ohm
1R2 Ohm= 1,2 Ohm
 
Sampai disini dulu informasi tentang Mengenal Komponen Elektronika : Resistor(2) Semoga semakin menambah pengetahuan Anda khususnya komponen elektronika Terima Kasih Atas Kunjungannya.